"Malam, Dewa." Suara Inne terdengar lembut. Dewa buru-buru mengecilkan volume ponselnya. Ia memasang headset agar suara Inne tidak terdengar kemana-mana. "Kamu belum tidur?" ucap wanita itu lagi dengan bibir tersenyum manis. Dewa terdiam sejenak, bukan karena bingung dengan pertanyaan Inne, tapi ia cukup terkesima ketika melihat wanita dewasa itu hanya mengenakan gaun tidur dengan belahan d**a rendah. Dewa dapat melihat jelas dua gunung kembar Inne yang terlihat montok di balik balutan gaun tidur berwarna merah terang. Untuk ukuran wanita berusia tiga puluh tujuh tahun, body Inne terlihat seksi dan masih seger. "Malam, Tante ..." balas Dewa sedikit ragu. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain. "Kenapa gugup?" Inne mengangkat alisnya sebelah, Dewa kembali menatap ke arah layar

