Mobil melaju membelah jalanan kota, suasana di dalamnya terasa aneh bagi Dewa. Hening, tapi bukan hening yang nyaman. Tangannya menggenggam setir sedikit lebih kencang dari biasanya. Inne duduk santai di kursi penumpang, kaki jenjangnya disilangkan anggun. Ia terlihat sangat menikmati pemandangan luar jendela, seolah hotel yang ia sebut tadi hanyalah destinasi biasa, bukan sesuatu yang membuat Dewa gelisah. “Tenang aja,” ucap Inne tiba-tiba, seakan bisa membaca isi kepala Dewa. “Aku gak gigit.” Wanita itu menatap wajah Dewa dari samping yang sedang fokus mengemudi. Dewa terkekeh kaku. “Iya, Tante… eh, Tan.” Ia buru-buru mengoreksi panggilan itu. Inne tertawa pelan. “Kamu lucu. Santai aja sama aku.” Lucu? Dewa justru merasa makin canggung. Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan

