Kepergok

1008 Words

"Kenapa, Wa? Kalau dia gak lagi hamil, kamu mau menceraikannya?" tebak Inne, wanita itu menatap Dewa dengan bibir yang tersenyum tipis, sangat tipis, bahkan mungkin Dewa tidak menyadari kalau wanita itu sedang tersenyum. "Sepertinya begitu," jawab Dewa yang diiringi hembusan nafas kasar. "Kamu ingin menceraikan Erika, karena sikapnya atau memang karena kamu sudah tidak mencintainya?" Kali ini pertanyaannya Inne lebih intens. Bahkan, sorot mata wanita itu penuh arti. Dewa terdiam, ia tak langsung menjawab. "Gak papa, kamu jawab jujur aja, Wa. Aku berusaha untuk selalu memahami kamu. Duduklah, biar kamu lebih rileks." Inne menarik tangan Dewa dan mengajak pria itu untuk duduk terlebih dahulu di atas sofa yang berukuran tidak terlalu panjang, tapi cukup untuk dua orang. "Sikap Er

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD