Lili hanya terdiam, ia mengubah posisinya menjadi membelakangi Juna. Diam-diam wanita itu menangis sampai membuat kedua bahunya bergetar. Juna menyadari itu, ia memperhatikan kedua bahu Lili, bahkan kini ia juga mulai mendengar suara isakan. Juna menghela nafas perlahan untuk menurunkan rasa kesal yang tadi sempat menguasai kepalanya. Juna kembali duduk dengan tenang, ia menyentuh bahu Lili dengan perlahan. "Li, jangan nangis. Aku cuma gak suka aja kamu ngomong kayak tadi. Aku mau kamu sembuh, udah jangan nangis lagi ya," ucap Juna dengan suara lembut. Lili masih terdiam, akan tetapi suara isakan dari wanita itu semakin terdengar jelas. Juna menjadi bingung harus berbuat apa. "Udah, jangan nangis dan mikir yang macam-macam. Aku cuma mau kamu sembuh. Kamu itu istriku untuk sel

