Mencurigakan

1106 Words

Juna sempat melirik sekilas ke arah meja kerjanya, tapi tarikan Irma membuat langkahnya otomatis mengikuti. “Oke, tapi santai aja ya, Ir. Kita sambil jalan,” ucap Juna tanpa curiga. Irma tersenyum, tapi sorot matanya sempat kembali melirik ke arah ponsel Juna yang kini layar layarnya sudah meredup. Mereka keluar dari ruangan kecil itu menuju area kafe. “Kamu nanti lebih sering pegang kasir di jam ramai, Ir. Tapi kalau lagi sepi, kamu bisa bantu barista juga. Nanti aku ajarin sistemnya pelan-pelan,” jelas Juna sambil menunjuk beberapa sudut kafe. Irma mengangguk-angguk, tapi jelas pikirannya tidak sepenuhnya ada di penjelasan Juna. “Oh iya, Jun,” ucapnya tiba-tiba. “Kamu nikah sama siapa sih?” Wanita itu menatap wajah Juna secara detail, ia menunggu jawaban yang tepat. Juna berhenti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD