"Maaf, aku telat." Juna langsung klarifikasi sebelum Lili berbicara padanya. "Aku tau," jawab wanita itu singkat, ia melanjutkan langkah, tak menghiraukan Juna yang berdiri di hadapannya. Lili melewati Juna begitu saja, pria itu langsung mengikutinya. "Kamu pulang sama siapa?" tanya Juna yang kini mensejajarkan langkah dengan Lili. "Vini," jawab Lili singkat, ia sedang berusaha mengontrol emosi, meskipun amarahnya sudah berada di ubun-ubun. "Aku baru mau jemput kamu," ucap Juna lagi yang berusaha mengajak istrinya untuk berbicara baik-baik. "Aku tau ada yang lebih penting dari hanya sekedar menjemput aku." Lili berkata dengan nada santai, tapi kalimatnya penuh dengan sindiran keras. "Bukan begitu, Dewa baru datang," elak Juna. "Iya, dan kamu tidak bisa meninggalkan Erika se

