Inne menyentuh d**a Dewa dengan sentuhan yang sangat lembut. Bibir wanita itu tersenyum manis, kedua matanya menatap lembut penuh kehangatan. Jujur saja pikiran Dewa yang sedang lelah, ia merasa tenang ketika mendapat tatapan hangat seperti itu dari Inne. Tubuhnya merasa nyaman ketika mendapat sentuhan lembut dari jemari lentik wanita itu. Namun, tiba-tiba saja ponsel Dewa berdering yang membuat pria itu buru-buru mengambil ponselnya dari dalam saku. "Siapa?" tanya Inne sedikit kesal, tapi nada bicaranya masih terdengar lembut sampai tak terlihat kalau ia sedang merasa kesal. "Bang Juna," jawab Dewa sambil menatap layar ponselnya. "Kakak kamu?" Inne mengangkat alisnya. "Iya, aku angkat dulu." Dewa menggeser layar berwarna hijau dan segera mengangkat panggilan telepon dari J

