Vini terpaksa keluar dari kelas dan mengikuti Indra ke ruangannya. Gadis itu berjalan perlahan, ia mengikuti langkah lebar Indra. "Masuk!" ucap pria itu setelah ia membuka pintu ruangannya. "Beneran masuk, Pak?" Vini hampir tergagap. "Cepat!" titah Indra lagi, nada bicaranya terdengar dingin tapi penuh penekanan. "I-iya, Pak. Galak banget." Vini menurut, gadis itu segera masuk ke dalam ruangan yang baru pertama kali ia datangi. Indra yang terkenal sebagai dosen killer, tidak pernah memasukkan mahasiswa secara sembarangan ke dalam ruangannya. "Sekarang saya ngapain, Pak?" Vini bertanya dengan wajah bingung. "Duduk!" Indra menunjuk ke arah kursi yang terletak di depan mejanya. "Galak banget, Pak. Kayak orang abis putus cinta aja," protes Vini pelan, tapi masih terdengar ole

