"Duduk dulu, Jun, mau aku bikinin kopi atau teh?" tanya Irma setelah mereka berada di dalam rumah. Wanita itu mempersilahkan Juna untuk duduk terlebih dahulu di ruang tamu. Rumah yang berukuran tidak terlalu luas itu nampak sepi, mungkin di sana hanya ada mereka saja. Juna mengedarkan pandangannya sebentar, hanya untuk memastikan kalau di sana masih ada orang atau memang benar-benar ia dan Irma saja. "Makasih, Ir. Tapi aku gak punya banyak waktu, abis ini aku jemput istriku." Juna melirik jam tangannya sekilas, terlihat jelas kalau pria itu memang sedang buru-buru. "Jemput dimana, Jun?" Irma menatap Juna, dahinya mengerut perlahan. "Di kampus," jawab Juna singkat. Ia membuka ponselnya, ingin memastikan apakah Lili menghubunginya atau tidak. Namun, baru juga layar ponselnya

