"I-ini beneran gue di DO?" Lili masih tak percaya, wanita itu menunjukkan kertas isi dari amplop coklat tadi dengan tangan gemetar. "Li, katanya pihak kampus udah coba hubungi lo beberapa kali, tapi lo gak bisa dihubungi. Jadi, hari ini kita diberi amanah buat nyamperin ini ke lo," jelas Vini dengan nada pelan, raut wajah gadis itu terlihat sendu, apalagi saat ia melihat air mata sahabatnya menetes dengan perlahan. "Gue gak bisa dihubungi karena hp gue gak ada, hp gue ilang. Sekarang gimana? Mereka seenaknya ngambil keputusan." Lili hampir ambruk, lututnya terasa lemas. Dengan sigap, Juna langsung menahan tubuh Lili yang hampir terjatuh. "Li, kamu duduk dulu ya." Juna membawa Lili masuk dan mendudukkan wanita itu ke atas sofa. Vini dan Jira ikut masuk ke dalam rumah Juna, mereka

