Pagi menyapa, Lili membuka kedua matanya dengan perlahan dan hal yang telah menjadi favoritnya langsung menyapa. Apalagi kalau bukan d**a bidang suaminya yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Semalam, meski tidak terjadi adegan ranjang diantara keduanya, tapi Lili meminta Juna agar tidur tidak memakai baju. Entah kenapa ia sangat suka sekali melihat d**a suaminya. Seperti pagi ini, bukannya langsung bangkit menuju kamar mandi, justru Lili malah memainkan jemari lentiknya di tengah d**a Juna sambil mencabut pelan bulu-bulu halus yang terlihat seperti rumput itu. "Kamu kenapa?" Suara serak khas bangun tidur itu membuat Lili seketika mendongak. Juna menatapnya dengan dahi mengerut, sementara Lili langsung terkekeh pelan ketika melihat tatapan aneh dari suaminya. "Lagi nyabut rumput,"

