Caper

1076 Words

Byur!! “Ah!” Erika refleks berseru kecil ketika gelas di tangannya hampir terlepas. Air hangat itu mengenai lengan Juna dan sedikit ke bagian depan kemejanya. Juna refleks mundur setengah langkah. “Astaghfirullah… gak apa-apa?” tanyanya cepat, lebih fokus memastikan air itu tidak mengenai Erika. Erika justru terpaku sepersekian detik. Matanya menyapu wajah Juna, dari rahang tegas, alis yang berkerut, sampai rambutnya yang sedikit berantakan karena terburu-buru. Dari bentuk wajah, Juna dan Dewa memang berbeda, meski keduanya sama-sama tampar, tapi di versi yang berbeda. Tubuh Juna lebih kekar dari Dewa yang masih muda dan tidak tegap Juna. “Eh… Bang Juna,” ucap Erika pelan, nadanya tiba-tiba berubah. “Maaf banget, aku gak sengaja.” Ia mendekat setengah langkah, terlalu dekat untu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD