Perhatian Dikara tertuju sepenuhnya pada si kembar. Juwita terlihat tak berminat untuk mengobrol dengannya. Setelah suasana sedikit mencair bersama anak-anak, si kembar mulai terlihat ceria dan antusias. Keduanya berlari-lari mengelilingi meja, lalu berpindah ke area lain di ruangan. Dikara juga beranjak dari duduknya, ikut bermain dengan mereka sekaligus berusaha membatasi agar tidak terlalu mengganggu pengunjung lain. Dikara sadar beberapa orang memberi tatapan tak senang, membuatnya buru-buru meminta maaf dan menuntun si kembar kembali ke meja. Juwita hanya bergeming di tempat, tidak membantu sama sekali. Mungkin ia sudah terbiasa menghadapi tingkah anak-anak, atau mungkin hanya ingin melihat bagaimana Dikara menangani mereka. Dari kejauhan, Dikara terlihat tenang, sibuk mengobrol deng

