BAB 104 - Dia Ayah Kami!-2

782 Words

“Kalau begitu, ambil saja. Lakukan apa yang ingin kalian lakukan. Silakan bicara dengannya.” Zayyan memandang ibunya dengan mata berkaca-kaca. “Ibu, kami minta maaf,” bisiknya, lirih. Juwita hanya menggeleng. “Tidak, kalian tidak merasa menyesal. Kalian hanya kecewa karena tertangkap basah. Sekarang masuk kamar!” Juwita mengibaskan tangan, memberi isyarat agar si kembar pergi dari sana. Begitu pintu tertutup, Juwita menenggelamkan diri ke sandaran kursinya. Ia menarik napas berat, menatap langit-langit sejenak. Ia memang sengaja membuat mereka merasa bersalah, meski dalam hati tahu tindakannya tidak sepenuhnya benar. Tapi Zayn terlihat sama sekali tidak terpengaruh, sementara Zayyan merasa bersalah karena ibunya tampak kecewa. Namun, bagaimana jika Dikara benar-benar berbahaya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD