“Selamat Natal, Ibu,” ucap mereka. Titik pandang Dikara dan Juwita sempat bertemu di udara. Wanita itu seolah tahu bahwa tidak mungkin si kembar memberikan kado natal untuknya. Dan tentu saja, ia tidak akan menaruh kado untuk dirinya sendiri di bawah pohon natal. Juwita tidak berkata apa-apa. Ia hanya diam, duduk sambil berpikir bahwa kali ini memang harus menahan diri. Ia memilih untuk bersikap tenang dan elegan. Juwita membuka kotak pertama. Di dalamnya ada gelang dengan batu Tanzanite—hadiah dari Zayyan. Kotak kedua berisi sepasang anting Tanzanite yang serasi, hadiah dari Zayn. Warnanya benar-benar indah, seindah wajah cantik Juwita—batin Dikara. Perhiasan itu cukup sederhana, tidak berlebihan dan jauh dari kesan mahal yang biasa ia beli dulu. Dikara sengaja memilih sesuatu yang me

