BAB 143 - Siapa Yang Kejam?-1

710 Words

Juwita tidak pernah ingin tidur di ranjang ini. Tidak pernah. Ranjang ini bukan tempatnya. Bahkan dulu ia tidak pernah diizinkan menginap di sini ketika masih suami istri. Setelah pergelangan kakinya selesai dibalut, Juwita meringsut, mengayunkan kaki untuk turun dari ranjang. Ia berniat bangkit, namun gerakannya terhenti kala Dikara mencekal tangannya. “Kau mau ke mana?” tanya Dikara, suaranya rendah, nyaris datar tapi penuh perhatian. “Tidur di kamar anak-anak,” jawabnya singkat. “Kenapa? Aku akan tidur di sofa. Kau tidak perlu bangun dari ranjang ini. Kau bahkan tidak bisa berjalan dengan benar, jadi tetap disini,” titah Dikara, seolah itu menjadi alasan paling logis. “Tidak mau. Aku bahkan tidak pernah diizinkan tidur di sini. Jadi aku juga tidak akan melakukannya sekarang,” celetu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD