Selama acara berlangsung, lengan Dikara tak pernah lepas dari tubuhnya. Satu tangan menahan pinggulnya erat. Tidak ada ruang sama sekali diantara mereka. Kenangan itu muncul begitu saja. Itu terjadi hanya beberapa bulan sebelum perceraian mereka. Bahkan di perjalanan pulang menuju rumah tepi pantai. Juwita tetap dalam rangkulannya tanpa jarak sedikitpun. Dikara tak membiarkannya jauh. Juwita mengerutkan kening saat mengingat adegan berikutnya. Malam itu, tidak hanya berhenti sampai disana. Begitu memasuki foyer, Dikara langsung mengatakan dengan jelas bahwa Jelita adalah miliknya. Tidak boleh ada yang menyentuhnya selain dirinya. Saat itu pula, gaunnya langsung di lepas. Bibir Dikara menjelajah tubuhnya dengan penuh hasrat hingga tak ada sehelai pun benang yang tersisa di tubuhnya. Ia s

