Juwita mengamati si kembar ketika mengantar nenek dan kakek mereka hingga ke ambang pintu apartemen. Mereka memeluk kedua orang tua itu dengan hangat, mengucapkan salam perpisahan. Kayla pun ikut memeluk mereka, lalu—tanpa menahan diri—berkata dengan terang-terangan, “Beri dia pelajaran. Dia pantas mendapatkannya karena menceraikanmu.” Juwita sempat melihat kerutan halus muncul di dahi Dikara saat mendengar ucapan ibunya, namun pria itu memilih diam. Ia tidak menanggapi apa pun, hanya berdiri di sana sampai orang tuanya pergi. Setelah itu, ia menoleh pada Juwita dan anak-anak. “Baiklah,” ucap Dikara, pelan, “ayo kita masukkan barang-barang ke mobil dan berangkat ke rumah pantai.” Kedua anak itu langsung berlari mengambil ransel mereka dengan penuh semangat. Sementara itu, Dikara berkata

