BAB 12 - Juwita Lestari-1

705 Words

Mobil berhenti di zona penurunan penumpang Bandara Internasional. Jelita menunduk, memandang tangan kirinya. Cincin pertunangan dan cincin kawin masih melingkar di jari manisnya. Dikara memang tidak pernah meminta cincin-cincin itu dikembalikan, tetapi kini ia sadar. Sudah saatnya melepaskan. Ketika ia membuka pintu mobil, tangannya pelan-pelan menarik cincin-cincin itu dari jari, menggenggamnya di telapak tangan seolah menyadari—bahwa cincin tersebut bukan lagi miliknya. Dengan langkah mantap, Jelita menuruni mobil dan membiarkan cincin-cincin itu jatuh ke kursi tempatnya duduk begitu saja. Ia menarik napas panjang, lalu menutup pintu mobil dengan tenang—meninggalkan bukan hanya mobil itu, melainkan seluruh kehidupannya yang lama. Ia berdiri di trotoar, menunggu Dikara mengambil kopernya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD