38. Pagi yang Merusak Ketenteraman

1118 Words

Setelah beberapa saat terdiam, Warni kembali mengalihkan pembicaraan, kali ini dengan nada yang jelas mencari masalah. “Kalau kau terus membicarakan Nayla, lebih baik kau berhentikan saja dia, Zayn!” omelnya. “Katamu kau sudah tidak punya rasa apa-apa. Lalu mengapa namanya terus kau ungkit?” Zayn menarik napas dalam, menahan kesabaran. “Aku tidak akan membahas Nayla, Bu, kalau ibu juga tidak bertindak mencurigakan di perusahaan ku,” jawabnya tenang namun tegas. “Ibu datang ke sana hanya untuk satu hal, memberhentikan Nayla. Menurut ibu, bagaimana para karyawanku tidak curiga?” Warni mendengus. “Kau bilang ibu berlebihan? Justru kau yang berlebihan! Untuk apa kau mengontrak seorang cleaning service secara khusus?” Zayn menatap ibunya lurus. “Ibu tahu alasanku. Aku hanya ingin memba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD