61. Haruskah Aku Melupakanmu?

1054 Words

Melihat tatapan Rian yang penuh harap, hati Nayla terasa seperti diremas. Anak itu menunggu jawabannya dengan mata berbinar. Seolah jawaban dari Nayla adalah satu-satunya hal yang ingin ia dengar di dunia ini. Nayla menelan ludah. Pada akhirnya… ia tidak sanggup menghancurkan harapan kecil itu. “Tentu,” jawabnya pelan. Ia memaksakan sebuah senyum. “Ayah Rian pasti lebih sayang pada Rian.” Rian langsung menatapnya semakin penuh harap. Nayla melanjutkan dengan suara lembut, “Namanya juga ayah kandung.” Kalimat itu keluar dari bibirnya, tetapi hatinya terasa perih. Di dalam kepalanya, Nayla hanya bisa berbisik pada dirinya sendiri. Maafkan Mama, Rian… Biarlah untuk sekarang Mama berbohong. Kalau suatu hari kamu sudah cukup besar… Mama akan ceritakan semuanya. Di dekat mereka,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD