Sore itu, meski tubuhnya masih lemah akibat demam, Pasha tetap bersikeras pergi ke apotek untuk membeli test pack. Yaya berkali-kali melarangnya, tetapi laki-laki itu tetap nekat. Dengan jaket tebal yang membalut tubuhnya, ia pergi ditemani oleh Dewa, sementara Yaya dan Sheren menunggu di apartemen dengan perasaan campur aduk. Tak butuh waktu lama, Pasha kembali dengan kantong plastik berisi berbagai macam test pack. Yaya terbelalak melihatnya. "Kak! Kenapa beli banyak banget?!" tanyanya kaget. Pasha tersenyum bangga. "Biar lebih yakin! Ada yang digital, ada yang garis dua, ada yang strip ... pokoknya semua jenis yang ada di apotek aku beli!" Sheren tergelak tawa melihat tingkah anaknya yang begitu antusias. "Ya ampun, Pasha. Kamu ini benar-benar nggak sabaran, ya? Sudah, sekarang biar
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


