Bab 86. Pasha Sakit, Sheren Curiga

1538 Words

Satu minggu setelah makan malam romantis mereka, Yaya mulai menyadari perubahan pada suaminya. Pasha sering mengeluh lemas, nafsu makannya berkurang, dan yang paling aneh, ia selalu muntah setiap pagi. Awalnya, Yaya mengira Pasha hanya kecapekan karena pekerjaan, tetapi setelah tiga hari demamnya tak kunjung turun, Yaya mulai khawatir. "Kak, kita ke dokter, ya?" ujar Yaya dengan nada lembut, sambil menyentuh dahi Pasha yang masih panas. Pasha yang sedang meringkuk di sofa dengan selimut membungkus tubuhnya, langsung menggeleng lemah. "Nggak perlu. Aku cuma butuh kamu di sampingku, Sayang. Yaya itu obat paling manjur buat aku." Yaya menghela napas panjang, setengah gemas, setengah khawatir. "Kak, ini serius. Kamu udah tiga hari demam dan muntah terus tiap pagi. Jangan bandel, ya?" Pasha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD