Langkah Ririn terhenti di depan pintu. Tangannya nyaris menyentuh gagang, namun suara dari dalam membuatnya membeku. “Apa? Kau menjual Ririn pada Gerald lagi?” Suara Lila. Jelas. Dan penuh keterkejutan. Jantung Ririn langsung berdegup kencang. Tubuhnya menegang. Ia tidak salah dengar… bukan? Lila bahkan tahu transaksi itu! Namun sebelum ia sempat mencerna, suara lain menyusul. “Kenapa? Kau tidak senang?” Aldo. Nada suaranya santai. Bahkan… terdengar seperti mengejek. Napas Ririn tercekat. Kakinya terasa lemas. Namun ia tidak bisa bergerak. Seolah terpaku di tempat. “Bukan begitu!” suara Lila terdengar lagi, kali ini lebih tegang. “Kau sudah pernah melakukannya sekali! Dan saat itu kau berjanji tidak akan mengulanginya lagi! Apa kau tidak memikirkan perasaan Ririn?” H
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


