33. Langkah Terakhir Menuju Kebenaran.

1268 Words

Pintu mobil tertutup pelan. Mesin sudah menyala. Namun Gerald belum juga menjalankan mobilnya. Tangannya menggenggam setir. Kuat. Terlalu kuat. Tatapannya lurus ke depan. Namun kosong. Pikirannya… kembali ke malam itu. Dan kali ini— bukan tentang kepuasan. Melainkan sesuatu yang lain. Sesuatu yang membuat dadanya terasa tidak nyaman. Gerald menghembuskan napas panjang. Rahangnya mengeras. “...sial.” gumamnya pelan. Ia menunduk sedikit. Tangannya terangkat— mengusap wajahnya kasar. Untuk pertama kalinya— ia benar-benar mengingat semuanya. Bukan sebagai kemenangan. Bukan sebagai balasan. Melainkan sebagai sesuatu yang… salah. Cara itu. Sikapnya. Semuanya jauh dari yang ia bayangkan. “Aku tidak berniat seperti itu…” bisiknya pelan. Nada suaranya rendah. Hampir ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD