Madiya senang karena adiknya benar-benar datang. Dia sudah menyambut kehadiran adiknya sambil menyiapkan cemilan. Banyak hal yang dibicarakan oleh Madiya kepada dirinya. Kebetulan Richard belum muncul karena masih madi, jadi Madiya mengobrol saja dengan mereka saja. "Maaf aku habis mandi dulu. Pasti kalian lama menunggu," kata Richard meminta maaf kepada orang-orang yang ada di sini. "Santai saja, tidak usah dipikirkan." "Kamu pasti datang ke sini bukan tanpa alasan bukan?" tebak Richard yang sudah bisa melihat ekspresi wajah dari Sabira. Sabira tidak bisa mengelak lagi, Richard sudah mengenal dirinya sejak lama. Jadi setidaknya dia tahu apa yang tengah dia dipikirkan sekarang ini. "Apa benar itu Sabira?" tanya Madiya. Sabira hanya mengangguk, "Sebenernya aku ke sini hanya in

