Qeela masuk ke kamarnya, dia menutup pintu sambil memeriksa pesan di ponselnya. Selain pesan dari Alvin, juga ada notifikasi lain yang memberitahu jika Alex mengiriminya pesan juga. "Ada apa?" gumam Qeela heran, tidak biasanya Alex berkirim pesan secara pribadi apalagi malam-malam begini. [Apa terlalu awal jika aku berniat meminang Syila?] Qeela tertegun membacanya, Tapi lalu bibirnya tertarik berlawanan membentuk sebuah senyuman. "Subhanallah!" desahnya, ikut senang akhirnya Syila bisa mendapatkan orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya. Alex adalah orang yang baik, dan Qeela bisa melihat jika dia pria yang tulus menemani semua proses perubahan yang Syila jalani. "Heum, ini akan menjadi kabar bagus," gumam Qeela sambil tersenyum. Dia senang jika Syila dan Alex bisa berj

