Di dalam kamar mandi. Lily terus menundukkan kepalanya. Saat Rainer dengan tubuhnya yang polos berhadapan dengan Lily. Ia memberikan spons mandi yang sudah diberi sabun cair ke tangan Lily dan berbalik. Setelah itu, barulah Lily mengangkat kepalanya dan mengusap punggung Rainer dengan perlahan. "Agak kencang sayang. Itu terlalu pelan," pinta Rainer yang tidak tahu saja tangan Lily sudah tremor rasanya. Lily mencoba memberikan penekanan yang lebih lagi. Sementara Rainer menahan tubuhnya dengan tangan yang menempel pada dinding kamar mandi. "Udah belum?" tanya Lily yang merasa ini sudah terlalu lama mereka bersama di dalam kamar mandi. "Belum sedikit lagi. Sebelah kirinya belum." Lily semakin mempercepat pekerjaannya, dan ingin cepat melarikan diri, dari pekerjaan yang membuat jantung

