Bab 13. Kemenangan Kecil

1202 Words

Sepanjang perjalanan, Andra terus berbicara tanpa henti, seolah berusaha mengusir keheningan yang bisa menimbulkan kecanggungan di antara mereka. Dia takut suasana menjadi beku, membosankan. Tapi Ziva? Wanita itu hanya sesekali menjawab, lebih sering diam, matanya fokus menatap jalan yang berkelok. Namun bagi Andra, yang terpenting adalah Ziva tidak marah. Itu saja sudah menjadi kemenangan kecil baginya. Kruk, Kruk, Kruk! Hingga tiba-tiba saja, suara keroncongan dari perut Ziva memecah kesunyian. Sejak pagi, wanita itu memang belum menyentuh makanan satu suap pun. Tugas berat dan kejadian menegangkan tadi seolah menenggelamkan perasaannya, termasuk rasa lapar. "Kak, kamu lapar, ya? Lebih baik kita berhenti dulu, cari makan," ucap Andra lembut, nada suaranya penuh perhatian. "Tidak perl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD