Bab 19. Trauma Masa Lalu

1180 Words

Satu jam yang lalu, tepatnya di saat Andini sedang memanggil Ziva di kamarnya karena tak kunjung muncul, Andreas menatap Andra dengan serius. "Apa boleh, Om tanya sesuatu sama kamu?" tanya pria paruh baya itu. Jantung Andra berdetak lebih cepat, seolah ribuan kupu-kupu bergentayangan di dadanya. Dia tahu, ada sesuatu yang serius ingin diungkapkan oleh Andreas dan itu membuatnya gelisah. "Iya, Om. Silakan. Kalau saya bisa menjawab, saya pasti akan jujur." Suaranya terdengar yakin, meski tangan dan kakinya bergetar sedikit. Andreas menatap Andra tajam, seolah mencoba membaca isi hati pria itu. "Om bisa lihat, kamu menyukai Ziva. Tapi, apa kamu benar-benar serius? Apakah kamu tahu tentang masa lalunya?" tanyanya dengan suara berat. Mendengar hal itu, Andra menelan ludah dengan susah payah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD