Bab 18. Bukan Main-Main

1247 Words

Ziva menatap genggaman tangan Andra yang semakin erat, dadanya bergejolak tak karuan. Ia ingin melepaskan, menyingkir dari perasaan campur aduk yang membelenggunya, tapi tangan Andra malah mencengkeram lebih dalam. Mata Andra menatap lurus ke dalam mata Ziva, penuh ketegasan yang tak biasa. "Kak, aku mau ngomong serius." Suara Andra bergetar tapi penuh tekad. Ziva menahan napas, mencoba menata pikirannya yang kacau. "Serius? Kamu yakin? Selama ini, aku kira kamu cuma bisa bercanda." Suaranya bergetar tipis, antara ragu dan berharap. Andra menggenggam tangan wanita di hadapannya itu lebih erat lagi, matanya tak mau melepaskan tatapan. "Aku minta kamu percaya, aku benar-benar serius. Aku capek dikira main-main terus, Kak." Terdiam, hati Ziva berdesir. "Kamu mau ngomong apa sebenarnya?" t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD