Bab 25. Seakan Sengaja Menjauh

1139 Words

Mendengar ucapan Andra, bayang-bayang trauma lama Ziva mencuat kembali, kenangan kelam saat mantan suami dan mertuanya dulu menyembunyikan larangan itu di balik senyum manis. Tapi setelah pernikahan, mereka memasung kebebasannya tanpa ampun. Kini, berbeda dengan masa lalu yang penuh tipu daya itu, kekasih barunya justru langsung menutup gerbang kebebasannya sebelum hubungan mereka benar-benar dimulai. "Kamu melarangku?" Suaranya tercekat, penuh luka dan kebingungan. Andra tergagap, mencoba meraba kata-kata yang tepat, "Bukan begitu, Zi .... Aku sama sekali tidak bermaksud melarang kamu." Ziva menatap tajam, suara bergetar tapi penuh tekad, "Kalau bukan melarang, lalu apa? Kamu jelas-jelas tidak mengizinkan aku untuk menangani kasus ini karena menurutmu berbahaya. Apa kamu pikir, selama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD