Bab 11. Dunia Berbahaya

1341 Words

Ziva terperangah, jantungnya berdegup liar saat mendengar rintihan nyeri yang keluar dari bibir Andra. Wajah pria itu pucat pasi, tangan yang gemetar menggenggam dadanya seolah ada api yang membakar di balik tulang rusuknya. Tanpa pikir panjang, Ziva memaksa Andra menghentikan mobil di tepi jalan. Dua mobil di belakang mereka ikut menepi, suasana berubah mencekam. "Kamu kenapa? Apa yang terjadi?!" tanya Ziva dengan suara tercekat, mata membelalak penuh kekhawatiran. Entah kapan mereka mulai akrab seperti itu. Bahkan, Ziva sudah tak lagi menyebut atau memanggil dengan bahasa baku. Entahlah, mungkin keakraban tercipta karena seringnya mereka bertemu dalam alasan sebuah kerja sama, atau mungkin juga karena Andra yang terlebih dulu bersikap seperti itu, sehingga membuat Ziva pun tanpa sadar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD