21. Hangat yang masih berjarak

1104 Words

Malam sudah larut ketika suara mesin mobil terdengar berhenti di depan rumah. Lampu ruang tamu masih menyala terang, menandakan seseorang masih terjaga. Begitu pintu terbuka, aroma masakan hangat langsung menyambut Byantara, disertai sosok Meylin yang muncul dari arah dapur dengan senyum lembut di wajahnya. “Mas Byan sudah pulang?” sapanya lembut, suaranya terdengar menenangkan meski matanya tampak sedikit lelah. “Sudah larut, Mas. Aku sudah siapkan makan malam, aku hangatkan lagi ya?” Byantara menahan napas sejenak. Tatapannya sempat tertuju pada meja makan yang masih rapi, dengan beberapa lauk yang tertutup tudung saji. Ada sisa harapan di sana, harapan sederhana bahwa suaminya akan makan bersamanya malam ini. Namun ia hanya menggeleng pelan. “Aku sudah makan, Mey. Di luar.” Seketi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD