102. Ancaman Risma

1092 Words

Byantara melangkah cepat tanpa menoleh sedikit pun ke arah Dewi. Seluruh perhatiannya hanya tertuju pada Meylin yang terkulai lemah di dalam gendongannya. Wajah perempuan itu pucat, napasnya tipis, membuat d**a Byantara terasa sesak. Budi yang masih terpaku beberapa detik akhirnya tersadar. Dengan gerakan panik ia segera meraih kunci mobil di meja Byantara dan berlari lebih dulu membuka pintu. “Pelan, Tuan… kepalanya,” ujar Budi gugup saat membantu membuka pintu belakang. Byantara mengangguk cepat, lalu dengan hati-hati membaringkan Meylin di jok. Tangannya gemetar saat merapikan posisi kepala istrinya, seolah takut sedikit saja salah sentuhan akan memperparah keadaannya. “Aku bawa ke rumah sakit sekarang,” ucap Byantara singkat namun penuh tekanan. Mesin mobil segera menyala, dan dala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD