101. Saat Ingatan Itu Kembali

1150 Words

Dewi datang dengan langkah tegak dan dagu terangkat, seolah tempat itu masih miliknya. Sepasang mata penuh percaya diri menatap lurus ke depan. Budi yang melihat kedatangannya kembali kali ini tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Ia masih ingat jelas pesan Byantara sebelumnya, tidak ada pertemuan tanpa izin. Maka saat Dewi melangkah mendekat ke meja nya, Budi langsung bersikap profesional. “Maaf, Bu Dewi. Pak Byantara sedang...” Belum sempat Budi menyelesaikan kalimatnya, Dewi sudah menyela dengan senyum tipis penuh keyakinan. “Pak Byantara yang menelponku. Dia yang memintaku datang hari ini,” ucap Dewi tenang namun tegas, seolah tidak memberi ruang untuk dibantah. Langkah Budi sontak terhenti. Alisnya berkerut, ragu namun tid ak bisa langsung menolak. Ia memang belum mendapat ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD