34. Saat Janji Mulai Retak

1296 Words

Makan pagi berlangsung dengan sunyi yang canggung. Hanya terdengar suara sendok beradu dengan piring dan sesekali suara Risma yang mencoba mencairkan suasana. Meylin sesekali mencuri pandang pada Byantara, namun segera menunduk setiap kali mata mereka hampir bertemu. Sementara Byantara berusaha fokus pada makanannya, meski pikirannya masih berputar ke kejadian semalam dan kepanikan pagi ini. Setiap kali Risma mencoba memulai percakapan, jawaban mereka terlalu singkat. Seolah keduanya lupa bagaimana caranya berbicara dengan santai di depan satu sama lain. Begitu makan selesai, Byantara berdiri dan merapikan jasnya. “Aku berangkat dulu. Kau tidak usah mengantarku, temani ibu saja.” Dalam hati, ia menghembus napas lega, akhirnya ia bisa keluar dari situasi yang menegangkan itu. Namun seb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD