Sakuta merasa gelisah ketika ia membaca pesan dari Izam Sekala Kertanegara kakaknya itu, apalagi ada bukti video mengenai ia yang sedang membawa Tania yang tidak sadarkan diri, keluar dari kediaman Bagaskara. Jika Ibra Skala Kertanegara tahu mengenai masalah ini,maka ia pasti akan mendapatkan hukuman yang berat. Sakuta mengetuk pintu kamar Tania dan pintu terbuka dengan cepat, Sakuta masuk kedalam kamar Tania. Tania mengepalkan tangannya ingin rasanya mengusir laki-laki ini sekarang juga, tapi ia memiliki kelemahan dan ia tidak ingin masalah hidupnya bertambah hanya karena ulah Sakuta. "Kenapa nggak angkat telepon saya?" Tanya Sakuta. "Nggak kedengaran kalau ada telepon," bohong Tania. "Ternyata kamu sangat suka berbohong," ucap Sakuta kesal. "Kalau nggak percaya ya sudah, lagian ka

