Kini akan Meludahimu

1455 Words

Hari-hari berlalu tanpa nama, melebur menjadi satu siklus kelabu yang berulang. Pagi adalah pelayan, siang adalah juru masak, dan malam, atau kapanpun Elvano menginginkan, Aira adalah pelacurnya. Sejak malam pertama yang menghancurkan itu, Aira berhenti menghitung air matanya. Elvano tidak lagi membatasi dirinya di kamar tidur. Pria itu mengambil haknya di mana saja. Di meja dapur saat Aira sedang memotong sayuran, di dinding lorong yang dingin saat Aira hendak membuang sampah, atau di sofa ruang tengah saat berita ekonomi sedang tayang di televisi. Kalimat pembenarannya selalu sama, diucapkan dengan nada dingin setelah dia selesai menuntaskan hasratnya: "Dua miliar itu banyak, Aira. Aku tidak mau rugi barang satu sen pun. Tubuhmu harus bekerja keras untuk melunasi bunganya." Aira mene

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD