Matahari pagi Jakarta bersinar terik, memantul menyilaukan pada dinding kaca gedung pencakar langit "Elvano Corp". Bagi ribuan karyawan yang berbondong-bondong masuk ke lobi, cahaya itu adalah tanda dimulainya hari produktif. Namun bagi Aira, cahaya itu seperti lampu sorot interogasi yang siap membongkar segala aibnya. Mobil Rolls-Royce Phantom hitam berhenti tepat di depan lobi VIP. Seorang sopir berseragam bergegas membukakan pintu belakang. Elvano keluar lebih dulu. Sosoknya yang tinggi tegap dalam balutan setelan jas navy buatan Italia langsung menyita perhatian. Aura d******i menguar darinya, membuat para sekuriti membungkuk hormat dan resepsionis menahan napas kagum. Dia adalah raja di kastil ini. "Keluar," perintah Elvano dingin tanpa menoleh ke belakang. Aira menarik napas panj

