Sultan berdehem. Pria itu menelan saliva. Jantungnya mulai berdegup lebih cepat. Otaknya mencoba menerka-nerka apa yang ada di dalam amplop tersebut, namun tidak ada gambaran sedikitpun. Pria itu menatap sang istri beberapa saat lagi sebelum akhirnya menurunkan pandangan. Tampak ragu. Wajahnya pun terlihat waswas. Sultan meraba isi amplop tersebut. “Bukan test pack, ya?" Pertanyaan Sultan membuat Kansa melongo beberapa detik. “Kok test pack sih, Bang?” “Kirain kamu mau kasih Abang kejutan seperti waktu Queena itu loh, Sayang.” Sultan tersenyum aneh, membuat Kansa menatap dengan alis berkerut. “Buka saja langsung. Tidak usah menerka-nerka. Aku masih KB kalau Abang lupa.” Akhirnya Kansa memutuskan KB lantaran tidak ingin Queena dan Kaisar memiliki adik terlebih dahulu. Kansa tidak bisa

