“Kenapa malah ketawa? Ditolak nih?” tanya Kansa yang kini berpura-pura menekuk wajahnya. “Ya Allah, bukan, Sayang. Bukan itu. Kamu tidak tahu apa yang kurasakan sekarang. Aku bahagia sekali. Dua kejutan yang kamu berikan ini benar-benar membuatku bahagia. Apa kamu masih punya kejutan lain lagi? Testpack garis dua mungkin.” Lalu Sultan tergelak lebih keras begitu sang istri memukul pahanya. “Enak saja. Sudah dibilang tunggu Queena besar dulu. Lagi pula kalau punya anak mau dikasih nama apa lagi coba? Raja, Kaisar sudah. Mau apa lagi kalau laki-laki ... King, begitu? Trus kalau perempuan mau dikasih nama apa setelah Queen?” “Permaisuri, Maharani, masih banyak stok namanya kok, Sayang.” Sultan menjawab sebelum kembali tertawa melihat sepasang mata istrinya membesar. Sultan benar-benar baha

