Udara lembab pagi hari di Bandara Internasional Soetta yang semalam diguyur hujan, menyambut Kansa dan rombongan. Kendala di tempat transit membuat penerbangan mereka tertunda, hingga baru bisa landing pagi hari waktu Indonesia bagian barat. Kansa mendekap tubuh Raja. Berjalan bersama sang ibu. Sementara Ed di belakang mereka mendorong trolly berisi tiga koper. Benar. Ed pada akhirnya ikut dalam rombongan keluarga kecil Kansa. Pria itu ternyata sudah mempersiapkan semuanya, bahkan tiket. Memang pada akhirnya Ed tidak mendapatkan tempat duduk di dekat Kansa dan keluarganya, namun mereka satu penerbangan. “Apa ada yang menjemput kita?” tanya Ed masih berjalan sambil mendorong trolly. “Tidak.” Kansa menjawab. “Kita akan mencari taksi.” Dia memang mengirim email pada sahabatnya, Niken, tap

