Bab 154.-2

738 Words

“Lupakan kerja sama kita. Aku ingin lihat apa kamu masih bisa tampil di tivi, sekalipun hanya untuk iklan obat ambeien.” Setelah puas mengutarakan isi hatinya, wanita itu melangkah pergi meninggalkan Nabila yang berdiri dengan sepasang mata mendelik, dan mulut terbuka. Terlalu syok mendengar semua kalimat-kalimat itu. Perempuan yang selama ini lebih banyak diam itu tiba-tiba berbicara panjang lebar, dan kata-katanya menyakiti hatinya. “Kamu.” Nabila menggeram setelah tersadar dari rasa syoknya. Otaknya mulai kembali bekerja. Nabila mengedarkan pandangan mata. Melihat tasnya tergeletak di atas karpet, Nabila segera mengambilnya, lalu melempar ke arah perempuan yang sedang berjalan. “Arghh … Nabila!” Perempuan yang tidak lain adalah manajer Nabila itu menoleh dengan wajah marah, sambil me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD