“Dengarkan aku baik-baik. Saat ini, perusahaan Atmadja diurus oleh Sultan dan papanya. Perusahaan tidak bisa kehilangan mereka berdua. Terlebih Sultan, karena dia yang menjadi pemimpin perusahaan saat ini. Dia juga yang lebih muda. Masih panjang langkahnya dibanding papanya.” Bola mata pria itu bergerak ke arah anak-anaknya yang duduk di sofa yang sama. Pramu Atmadja menatap tajam putranya. “Sultan memutuskan untuk kembali bersama Kansa.” Kansa mengedarkan pandangan mata. Melihat beberapa mata membesar mendengar apa yang dikatakan oleh Pramu Atmadja. Kansa hanya sedang menahan diri untuk tidak bersuara, seperti yang diperintahkan oleh pemilik rumah. Sebagai tamu, dia menghargai orang yang mengundangnya. Sekalian Kansa ingin melihat respon orang-orang sombong itu. “Tidak boleh ada yang m

