Bab 168.-3

704 Words

“Aku masih punya urusan dengan kalian berdua.” Pramu Atmadja menatap Marita dan putranya bergantian. Pria itu merasa perlu memasukkan lebih banyak oksigen ke dalam paru-parunya sebelum melanjutkan. “Kalau kamu masih mau memaksa Sultan bersama perempuan lain, kamu harus bersiap kehilangan putramu.” Pramu Atmadja sudah mengembalikan tatapan pada anak menantunya, yang tak lain adalah mama Sultan. “Oh, aku lupa.” Pramu Atmadja menghentak napasnya. Usia membuat kotak memorinya tidak bisa lagi bekerja dengan maksimal. “Pendapatmu sudah tidak diperlukan lagi. Kamu pasti masih ingat apa yang aku katakan saat kita melihat foto Sultan kecil, bukan?" Bola mata Marita langsung membesar. Mendadak tangannya bergetar. Marita buru-buru mengepalkan telapak tangannya tersebut. “Pa—” “Kamu sudah berani b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD