Bab 175.-4

953 Words

“Papa tidak mau minta maaf?” Mendengar suara Marita, Pramu Atmadja menoleh. Menatap sang menantu dengan sepasang alis berkerut. Alis yang bulu-bulunya sudah berubah warna karena usia itu nyaris bertabrakan di keningnya. “Papa sudah menuduhku membuat Raja jatuh.” Marita memperjelas. Bukankah orang yang salah harus meminta maaf? Marita menatap lekat sang mertua. Wanita itu menarik napas panjang. Dia berhak mendapat permintaan maaf. Pramu Atmadja memutar sedikit langkah kakinya–hingga kini pria itu berdiri berhadapan dengan sang menantu. Pria itu mendesah. “Kamu tahu, Marita?” Pramu Atmadja mengamati perubahan ekspresi wajah menantunya. Beberapa detik kemudian pria itu melanjutkan. “Kepercayaan itu mahal harganya. Sekali saja kamu mencederai kepercayaan orang, kamu akan kesulitan mendapat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD