Bab 182.-1

743 Words

“Kalian benar sudah bercocok tanam?” bisik Marita di telinga Kansa. Marita sudah memiringkan tubuh ke samping. Kansa menelan kunyahannya. Wanita itu menoleh dengan sepasang alis yang sudah berkerut. “Bercocok tanam apa, Ma?” Suara Kansa yang cukup keras di tengah suasana hening ruang makan itu, terdengar di telinga semua orang yang sedang duduk melingkari meja panjang. Tak terkecuali Sultan yang langsung menurunkan gelas kembali ke atas meja, setelah meneguk sepertiga isinya. Sultan ikut menatap bertanya mamanya. Sedangnya satu-satunya orang yang paham pembicaraan Marita dan Kansa, menatap sang istri seraya melebarkan kelopak mata. Berharap mendapatkan perhatian dari sang istri. Bagus Atmadja mendesah dalam hati. Sang istri tidak menoleh ke arahnya. Padahal dia ingin mengingatkan istr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD