Bab 182.-2

719 Words

Raja garuk-garuk kepala. “Raja harus belajar panggil nenek, bukan ibu. Itu nenek Raja. Nenek dan oma itu sama, Nak.” Pramu Atmadja memberitahu sang cicit. Apapun alasannya, yang benar Raja harus memanggil Sumi nenek, bukan ibu. “Sepertinya saya harus memanggil ibu, nenek. Supaya Raja bisa memanggil ibu nenek juga.” Kansa menggeser tatapan pada sang putra. “Mulai sekarang kita belajar memanggil nenek. Neneknya Raja, oke?” Kansa menunggu sang putra yang malah cemberut. “Ya sudah, pelan-pelan saja. Nanti lama-lama Raja akan terbiasa.” Pramu Atmadja menyudahi. “Sekarang bagaimana rencana ke depan kalian?” tanya pria tersebut sambil menatap Kansa, lalu detik berikutnya menoleh ke arah Sultan. “Kami akan memperbaharui akad kami dulu, Kek.” Sultan menjawab. Pria itu menggeser pandangan pada s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD