Sultan sekali lagi menahan tangan Kansa ketika merasakan Kansa hendak berdiri. “Tunggu beberapa bulan lagi.” “Oh … oke.” Kansa menganggukkan kepala. “Tidak masalah,” tambahnya sambil tersenyum. Setelah itu, Kansa menarik lagi tangannya dan kali ini Sultan membiarkan. Kansa beranjak. “Aku mau kerja dulu.” Gadis itu berpamitan sebelum berjalan meninggalkan Sultan. Kansa tidak berbohong. Dia memang harus bekerja. Kansa duduk di meja kerjanya lalu menyalakan laptop. Sementara Sultan beranjak dari sofa. Pria itu mengayun langkahnya. “Rotinya mau dibawa ke sini?” tanya Sultan sambil menoleh ke arah istrinya. “Nanti saja aku turun.” Kansa menjawab tanpa memutar kepala. Kansa sudah mulai memeriksa pekerjaannya. “Baiklah. Aku mandi dulu. Habis ini aku juga harus kerja.” Kansa menggerakkan kep

